Tim Gabungan Patroli Menangkap 4 Nelayan Karena Mengebom Ikan

Tim Gabungan Patroli Menangkap 4 Nelayan Karena Mengebom Ikan

Tim Gabungan Patroli Menangkap 4 Nelayan Karena Mengebom Ikan

mizanurrahmankismot – Tim Patroli Gabungan Satwas PSDKP Kabupaten Flores Timur bersama Ditpolair Markas Unit Kabupaten Sikka mengamankan 4 nelayan yang diduga mengebom ikan di area perairan Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

“Keempat nelayan diamankan tim pada Jumat (26/2), sekitar pukul 07.28 Wita saat kegiatan patroli gabungan di perairan Waenokorua, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Sikka,” kata Kepala Stasiun PSDKP Kupang Mubarak dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat (26/2).

Keempat nelayan diamankan ialah warga asal Kabupaten Sikka, massing – masing bernama samaran A( 36), AH( 17), S( 17), serta T (30).

sumber : kupang.antaranews.com

Beliau menarangkan penahanan berasal dari ada nya data yang di informasikan warga setempat kalau di perairan Waenokorua masih kerap terjadi penangkapan ikan memakai bahan peledak.

Bersumber pada data itu tim patroli gabungan setelah itu berpatroli dengan memilih 2 tim di antara lain satu tim terdiri atas 3 anggota Satwas PSDKP Flores Timur serta satu personel Polair serta tim kedua terdiri atas 3 personel Polair.

saat memantau situasi di lapangan, tim menemukan perahu motor muat 3 orang serta 2 sampan masing – masing diawaki satu orang lagi melakukan kegiatan menyangsikan hingga terdengar suara dentuman serta semprotan air.

Setelah suara dentuman itu, 3 perahu motor yang lain mendekat serta melakukan aktivitas di sumber ledakan. Mubarak menarangkan setelah berkoordinasi, tim patroli gabungan menggunakan perahu karet mengarah posisi serta langsung mengamankan para nelayan itu.

Beliau mengatakan dari para pelaku, tim mengamankan beberapa barang bukti, berbentuk satu unit perahu motor, satu unit sampan, 2 dayung, satu gulung selang kompresor, 2 buah Dacor selam, korek api, rokok, keranjang, toples, serta 424 ekor ikan berbagai jenis.

“Pelaku dan barang bukti dibawa oleh tim patroli gabungan ke Markas Unit Polair Sikka untuk diserahkan ke penyidik Satwas PSDKP Flores Timur,” katanya.

Mubarak menambahkan pelaku akan diproses hukum dengan dugaan pelanggaran pasal 84 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 UU Nomor. 31 Tahun 2004 mengenai Perikanan, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp1,2 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *