Pasien Sembuh Covid-19 Di Jabar Semakin Meningkat Mencapai 84%

Pasien Sembuh Covid-19 Di Jabar Semakin Meningkat Mencapai 84%

Pasien Sembuh Covid-19 Di Jabar Semakin Meningkat Mencapai 84%

mizanurrahmankismot– Pandemi virus Corona di Indonesia masih belum selesai. Pemerintah masih berusaha melaksanakan tahap prediksi penyebaran serta melawan virus itu. Mulai dari meresmikan PSBB, AKB sampai PPKM. Tidak hanya itu kedisplinan 5M dengan cara massif dicoba pemerintah pada warga.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan nilai kepulihan penderita terkonfimasi positif COVID- 19 di area Jawa Barat cukup besar. Perihal itu diamati dari keterisian rumah sakit yang saat ini turun jadi 58 persen

“Tingkat kesembuhan 84 persen jadi Covid ini lebih banyak sembuhnya, yang meninggal 1,2 persen, artinya 88 persen itu sembuh dan sedang perawatan menuju sembuh artinya jangan khawatir tapi tetap laksanakan 5M, (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan mengurangi pergerakan),” ucap Ridwan Kamil usai melakukan peletakan batu pertama perumahan subsidi untuk tenaga pendidikan di Purwakarta, Rabu (17/02/2021).

Laki- laki yang akrab disapa Kang Emil mengatakan melonjaknya nilai kesembuhan itu setelah penerapan PPKM serta akumulasi beberapa rumah sakit darurat di wilayahnya. Di sisi itu, kejelasan para atasan di area jadi determinan kesuksesan ini.

“Kedisiplinan pakai masker se-Jawa barat di angka 80 persen, mudah-mudahan ibu bupati tidak bosan untuk berkeliling, saya sempat momotoran kalau di kampung-kampung rada kurang, jadi mungkin perkuat lagi kedisiplinan kepala desa untuk menerapkan 5M,” katanya.

Tetapi orang no satu di Jawa barat itu mengeluhkan informasi yang diumumkan oleh pemerintah pusat terpaut jumlah penderita terkonfimasi positif COVID- 19 di Jawa Barat tidak cocok dengan informasi terkini di wilayahnya.

“Silahkan rekan-rekan wartawan kutip, Di umumkan di pusat 4.200 kasus itu 100 persen kasus lama, ada kasus barunya tapi ada kendala, jadi yang diumumkan termasuk masuk hari ini besok itu sisa-sisa yang akan disampaikan,” ungkap RK.

“Makanya dalam penentuan zonasi COVID, kita tidak lagi pakai data yang di umumkan oleh pusat. Karena itu mah udah sembuh baru terumumkan jadi susah. Ini masih kita terus perbaiki,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *