Mitigasi Barat Daya Merapi, Girikerto dan Wonokerto Siapkan Pengungsian

Mitigasi Barat Daya Merapi, Girikerto dan Wonokerto Siapkan Pengungsian

Mitigasi Barat Daya Merapi, Girikerto dan Wonokerto Siapkan Pengungsian

Mitigasi Barat Daya Merapi, Girikerto dan Wonokerto Siapkan Pengungsian

Kalurahan Girikerto dan Wonokerto sudah menjadi mematangkan kesiapsigaan mitigasi bencana Gunung Merapi peranan mengantisipasi luncuran material Gunung Merapi ke arah barat daya.

Lurah Girikerto Sudibya menuturkan, pihaknya tidak cuma mempersiapkan barak pengungsian, namun termasuk skema evakuasi.

“Untuk barak yang sudah kita siapkan ada empat. Di antaranya, satu barak milik BPBD Kabupaten Sleman yang berada tidak jauh berasal dari Balai Desa Girikerto, barak pengungsian yang berada di SDN Soprayan dan SDN Somoitan, barak pengungsian di SMPN 3 Girikerto, dan barak pengungsian di Balai Desa Girikerto, ” ujar Sudibya sementara ditemui awak tempat di Balai Desa Girikerto, Senin (11/1/2021).

Sudibya menyebutkan, jarak barak pengungsian berikut sudah berada didalam radius aman atau lebih kurang 10 kilometer berasal dari puncak Gunung Merapi. Kapasitas tiap tiap barak diperkirakan menggapai 100 orang.

Dijelaskan Sudibya, setidaknya ada tiga kampung yang berpotensi terkena efek bencana Gunung Merapi: Ngandong, Tritis, dan Sidorejo.

“Jaraknya sesungguhnya tetap lebih berasal dari radius bahaya yang ditetapkan oleh BPPTKG, yakni sejauh 5 kilometer. Namun sesungguhnya sudah kita siapkan antisipasinya,” ucapnya.

Dari Kampung Ngandong dan Tritis, yang tergabung didalam Pedukuhan Ngandong, terdapat sebanyak 771 penduduk. Sementara itu, Kampung Sidorejo, yang masuk didalam Pedukuhan Nganggring, dihuni sebanyak 210 jiwa.

Dari jumlah masyarakat tersebut, kelompok rentan yang berada di Kalurahan Girikerto tercatat sebanyak 424 orang. Diungkapkan Sudibya, pihaknya sudah mempersiapkan tiap-tiap penanggung jawab dan tempat berkumpul terkecuali bencana erupsi Merapi terlalu mengancam.

“Kita berdayakan kendaraan warga yang ada di lokasi dusun tersebut. Perjalanan kita atur satu arah agar tidak terjadi benturan. Jadi naik berasal dari segi barat dan turun ke segi timur,” tuturnya.

Di segi lain, Lurah Wonokerto Tomon Haryo Wirosobo mengaku termasuk sudah lakukan persiapan berkenaan antisipasi bencana erupsi Gunung Merapi. Sejumlah barak termasuk sudah dipersiapkan untuk menampung kelompok rentan terkecuali sesungguhnya sewaktu waktu direkomendasi bisa turun.

“Sudah kita siapkan barak di Balai Desa Wonokerto bersama kapasitas lebih kurang 75 orang. Kemudian ada SDN Nganggrung 1 dan 2 bersama kapasitas tiap-tiap lebih kurang 30 orang,” kata Tomon.

Selain itu, tetap ada barak pengungsian di Desa Wisata Kelor, yang berada di lokasi Bangunkerto, Turi, Sleman. Disampaikan Tomon, barak pengungsian berikut nantinya diperkirakan bisa menampung sebanyak 60 orang.

Di Wonokerto sendiri, kata Tomon, terdapat Pedukuhan Tunggularum, yang cukup berpotensi terkena ancaman bahaya Gunung Merapi. Di Tunggularum sendiri terdapat 627 jiwa bersama kelompok rentan menggapai 239 jiwa.

Terkait evakuasi warga, Tomon menyatakan bahwa pihaknya sudah menginisiasi warga setempat untuk lakukan evakuasi mandiri. Namun, pihaknya tidak akan terlepas tangan begitu saja.

“Evakuasi itu berasal dari Pedukuhan Tunggularum sudah mempersiapkan timnya berasal dari masyarakat sendiri bukan kita, namun kita akan sebagai pendukung, terkecuali perlu sesuatu kita siapkan semua,” tegasnya.

Tomon menambahkan, skema upaya evakuasi berdiri sendiri oleh warga berikut untuk kurangi sebaran virus Covid-19. Bahkan pihaknya termasuk tidak terima relawan berasal dari luar tanpa target dan syarat yang lengkap untuk berkunjung ke Wonokerto.

“Dalam kondisi semacam ini, tentunya kita terlalu protektif pada orang lain. Saya berharap, mereka akan lebih aman kala yang lakukan evakuasi adalah orang yang sudah kenal betul. Tentu selalu kita disediakan apa yang mereka lakukan bersama mempersiapkan layanan yang dibutuhkan,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *